Tuesday, December 15, 2015

Children Learn What They Live (Anak-anak Belajar dari Kehidupannya)

Children Learn What They Live
(Anak-anak Belajar dari Kehidupannya)
By Dorothy Law Nolte, Ph.D.
Copyright © 1972 by Dorothy Law Nolte


Dorothy Law Nolte, Ph.D adalah seorang pendidik dan ahli konseling keluarga. Nama aslinya adalah Dorothy Louise. Puisi Dorothy itu muncul pertama kali di koran pada tahun 1954, menjadi sangat terkenal dan direproduksi di mana-mana. Yang paling spektakuler adalah ketika salah satu divisi Abbott Laboratories, Inc., sebuah perusahaan multinasional, mencantumkan puisi itu (serta 10 macam terjemahannya untuk 10 negara tujuan pemasaran yang berbeda) di kemasan produk nutrisi bayi yang terdistribusikan di seluruh dunia tanpa memberi royalti apa-apa kepada penulisnya.
Dalam sejarahnya, puisi ini sempat direvisi dua kali oleh penulisnya yaitu:
a.      Pada awal tahun 1980-an, Dorothy mengubah pronomina dari tunggal menjadi jamak “If a child …” ia ganti menjadi “If children …
b.      Dengan memecah baris tertentu yang terlalu panjang dan kompleks menjadi dua baris serta menambahkan baris baru yang awalnya terdiri dari 14 baris kini menjadi 19 baris.
Pernyataan Dorothy Law Nolte sendiri dalam pengantar bukunya (1998: xiii-ix) itu dapat mengafirmasi kemungkinan ini, yaitu bahwa sebelum ia tambahkan baris terakhir itu, memang sudah ada orang yang menambahkan satu baris terakhir pada puisi itu: “If children live with acceptance and friendship, they learn to find love in the world”. “Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Children Learn What They Live

If children live with criticism, they learn to condemn.
Jika anak-anak dibesarkan dengan banyak kritikan, mereka akan belajar menyalahkan

If children live with hostility, they learn to fight.
Jika anak-anak dibesarkan dengan permusuhan, mereka akan belajar berkelahi.

If children live with fear, they learn to be apprehensive.
Jika anak-anak dibesarkan dengan rasa takut (cemoohan), mereka akan belajar rendah diri.

If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
Jika anak-anak dibesarkan dengan banyak dikasihani, mereka akan belajar menyesali diri.

If children live with ridicule, they learn to feel shy.
Jika ana-anak dibesarkan dengan  ejekan, mereka akan belajar menjadi pemalu.

If children live with jealousy, they learn to feel envy.
Jika anak-anak dibesarkan dengan kecemburuan, mereka akan belajar iri hati.

If children live with shame, they learn to feel guilty.
Jika anak-anak dibesarkan dengan dipermalukan, mereka akan belajar merasa bersalah.

If children live with encouragement, they learn confidence.
Jika anak-anak dibesarkan dengan dorongan, mereka akan belajar percaya diri.

If children live with tolerance, they learn patience.
Jika anak-anak dibesarkan dengan toleransi, mereka akan belajar sabar.

If children live with praise, they learn appreciation.
Jika anak-anak dibesarkan dengan banyak dipuji, mereka akan belajar menghargai.

If children live with acceptance, they learn to love.
Jika anak-anak dibesarkan dengan penerimaan, mereka akan belajar mengasihi.

If children live with approval, they learn to like themselves.
Jika anak-anak dibesarkan dengan dukungan, mereka akan belajar menyukai diri sendiri.

If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
     Jika anak-anak dibesarkan dengan pengakuan, mereka akan belajar bahwa mempunyai cita-cita itu baik.

If children live with sharing, they learn generosity.
Jika anak-anak dibesarkan dengan berbagi, mereka akan belajar bermurah hati.

If children live with honesty, they learn truthfulness.
Jika anak-anak dibesarkan dengan kejujuran, mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya.

If children live with fairness, they learn justice.
Jika anak-anak dibesarkan dengan keadilan, mereka akan belajar bersikap adil.

If children live with kindness and consideration, they learn respect.
Jika anak-anak dibesarkan dengan banyak diberikan kemurahan dan pertimbangan, mereka akan belajar menghormati.

If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
Jika anak-anak dibesarkan dengan rasa tenteram, mereka akan percaya kapada diri sendiri maupun orang-orang di sekeliling mereka.

If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.
Jika anak-anak dibesarkan dengan persahabatan, mereka akan belajar bahwa dunia ini tempat tinggal yang menyenangkan.


Oleh: Mr. Sufi Madania Makassar


No comments:

Post a Comment