Children
Learn What They Live
(Anak-anak Belajar dari Kehidupannya)
By Dorothy Law Nolte, Ph.D.
By Dorothy Law Nolte, Ph.D.
Copyright
© 1972 by Dorothy Law Nolte
Dorothy
Law Nolte, Ph.D adalah seorang
pendidik dan ahli konseling keluarga. Nama aslinya adalah Dorothy Louise. Puisi
Dorothy itu muncul pertama kali di koran pada tahun 1954, menjadi sangat
terkenal dan direproduksi di mana-mana. Yang paling spektakuler adalah ketika
salah satu divisi Abbott Laboratories, Inc., sebuah perusahaan multinasional, mencantumkan puisi itu (serta 10 macam
terjemahannya untuk 10 negara tujuan pemasaran yang berbeda) di kemasan produk
nutrisi bayi yang terdistribusikan di seluruh dunia tanpa memberi royalti
apa-apa kepada penulisnya.
Dalam sejarahnya, puisi ini sempat direvisi dua kali oleh
penulisnya yaitu:
a.
Pada awal tahun 1980-an, Dorothy mengubah pronomina dari tunggal menjadi
jamak “If a child …” ia ganti menjadi “If children …”
b.
Dengan memecah baris tertentu yang terlalu panjang dan kompleks menjadi dua
baris serta menambahkan baris baru yang awalnya terdiri dari 14 baris kini
menjadi 19 baris.
Pernyataan Dorothy Law Nolte sendiri dalam pengantar
bukunya (1998: xiii-ix) itu dapat mengafirmasi kemungkinan ini, yaitu bahwa
sebelum ia tambahkan baris terakhir itu, memang sudah ada orang yang
menambahkan satu baris terakhir pada puisi itu: “If children live with
acceptance and friendship, they learn to find love in the world”. “Jika
anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan
cinta dalam kehidupan.”
Children Learn What They Live
If
children live with criticism, they learn to condemn.
Jika anak-anak dibesarkan dengan banyak kritikan, mereka akan belajar menyalahkan
If
children live with hostility, they learn to fight.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan
permusuhan, mereka akan
belajar berkelahi.
If
children live with fear, they learn to be apprehensive.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan rasa takut
(cemoohan), mereka akan
belajar rendah diri.
If
children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
Jika
anak-anak dibesarkan
dengan banyak dikasihani, mereka akan belajar menyesali diri.
If children live with ridicule, they learn to feel shy.
Jika
ana-anak dibesarkan dengan ejekan, mereka akan belajar menjadi pemalu.
If children live with jealousy, they learn to feel envy.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan kecemburuan,
mereka akan belajar iri
hati.
If children live with shame, they learn to feel guilty.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan dipermalukan, mereka akan belajar merasa bersalah.
If children live with encouragement, they learn confidence.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan dorongan,
mereka akan belajar percaya diri.
If children live with tolerance, they learn patience.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan toleransi,
mereka akan belajar sabar.
If children live with praise, they learn appreciation.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan banyak
dipuji, mereka akan belajar menghargai.
If children live with acceptance, they learn to love.
Jika anak-anak dibesarkan dengan penerimaan, mereka akan belajar mengasihi.
If children live with approval, they learn to like themselves.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan dukungan, mereka akan belajar menyukai diri sendiri.
If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
Jika anak-anak dibesarkan dengan pengakuan, mereka akan belajar bahwa mempunyai cita-cita itu baik.
If children live with sharing, they learn generosity.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan berbagi,
mereka akan belajar bermurah hati.
If children live with honesty, they learn truthfulness.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan kejujuran, mereka akan belajar mengatakan yang
sebenarnya.
If children live with fairness, they learn justice.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan keadilan,
mereka akan belajar bersikap adil.
If children live with kindness and consideration, they learn respect.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan banyak
diberikan kemurahan dan pertimbangan, mereka akan
belajar menghormati.
If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan rasa tenteram, mereka akan percaya kapada diri
sendiri maupun orang-orang di sekeliling mereka.
If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.
Jika
anak-anak dibesarkan dengan persahabatan,
mereka akan belajar bahwa dunia ini tempat tinggal yang menyenangkan.
Oleh:
Mr. Sufi Madania Makassar
No comments:
Post a Comment